"Surabaya sering diasumsikan sebagai kota perdagangan dan pelabuhan yang hanya bagus untuk transit saja. Namun kota ini memiliki sejarah dan perpaduan budaya yang kompleks dan menawan hati"
Itulah paparan yang muncul ketika kami melangkah masuk ke Galeri CCCL Jl. Darmokali No. 10, yang bertempat di Kota Pahlawan, yoits di Surabaya fren. Tercatat total 7 orang Fotografer dan seorang Videografer yang diwadahi oleh Matanesia Community berkolaborasi dengan Marie Jo Stevens (Etnofotografer Prancis) dan Agus Suparta (Freelance Fotografer) untuk menggelar pameran ini.

Pameran yang dihelat pada tanggal 6-20 Desember 2011 ini ingin menyampaikan kepada seluruh elemen yang ada di Surabaya atau para pelancong yang datang, bahwa Surabaya itu kaya akan sejarah dan budayanya, seakan-akan tidak akan ada batas untuk digali, dan juga tidak akan ada batas untuk menggali perkembangan kedepannya, karena Pahlawan-pahwalan di Kota Pahlawan akan terus tumbuh. Disini cukup jelas kalo Tim dari Matanesia pengen menekankan bahwa kota Surabaya gak cuma sebatas kota pelabuhan aja.

Nuansa Human Interest dan perkembangan kota Surabaya sangat kental di tiap sudut ruangan pameran, tak luput fenomena yang ada di Surabaya seperti bagaimana kondisi masyarakat pesisir Surabaya, kehidupan di kampung santri, ada juga tentang kampung yang terletak persis dibelakang mall, sejarah pecinan Surabaya, hingga jejak kampung seni dan riwayat ikon kota yang kalo disingkat jadi SBY ini. Nah untuk 2 fenomena terakhir barusan, bahkan gw juga baru tau kalo pelawak sekelas asmuni, tessy, dan pelawak lainnya yang kuliah di srimulat ternyata di wisuda di Taman Hiburan Rakyat Surabaya.. Hmm agak disayangkan juga ya, tempat dimana menciptakan orang-orang yang bisa dikatakan 'berpengaruh', tapi malah tergeser oleh perkembangan budaya dan pola hidup..
Salute!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar