“We shape our tools and thereafter our tools shape us,” begitulah tulis Marshall McLuhan dalam buku Understanding The Media yang pertama kali terbit pada 1964. Manusia menciptakan suatu benda, lalu benda itu berbalik membentuk budaya kita. iPhone pertama kali rilis pada 29 Juni 2007. Hingga tulisan ini dibuat, iPhone sudah sampai pada generasi keempat. Berbagai perangkat intelejen (iDevice) serupa pun dikembangkan: iPod dan iPad. Sejak kemunculannya itu pelan-pelan iDevice menciptakan fenomena baru dalam fotografi. Istilah fotografi pun menjadi cair. Pada iDevice, fitur kamera mini canggih serta berbagai software editing foto memunculkan tren iPhoneography, sebuah era baru fotografi digital pun dimulai.
Kamera mulai ditanamkan di iPhone sejak iPhone 3G dengan resolusi 2 megapixel. Lalu di iPhone 3GS fitur kameranya mulai meningkat menjadi 3,2 megapixel. Kemampuan merekam video pun sudah ditambahkan. Jika disandingkan dengan kamera digital konvesional, hasil foto iPhone 3GS nyaris sama. Baru di iPhone 4G kameranya sudah 5 megapixel. Sejalan dengan iPhone, teknologi kamera pada iPod dan iPad pun dikembangkan. Hasil foto yang lebih tajam pun bisa didapatkan. Sensasi baru dalam berfotografi pun muncul, kita hanya perlu mencolek layar untuk mengambil foto.


